Pada pelajaran sebelumnya, Anda sudah mengenal unsur estetis tari dari unsur pokok tari, yaitu gerak, irama, dan perasaan. Di samping itu terdapat unsur lainnya juga, yaitu wujud. Unsur wujud dapat dipahami melalui tata rias dan busana tari.
Tata Rias Tari
Tata rias tari tergolong pada tata rias pertunjukan. Tata rias wajah atau make-up yang Anda kenal sekarang ini, secara relatif merupakan hasil penemuan abad modern. Pada zaman dahulu, seni tari tidak begitu mengindahkan seni tata rias wajah, yang penting sampai pada tujuannya saja. Biasanya, untuk menegaskan maksud atau tujuan dipergunakan topeng dengan berbagai ukuran atau rias muka yang tidak tampak wajar, sehingga sering tampak terlampau tebal dengan garis-garis yang kurang halus.
Dengan adanya perkembangan teknologi terutama adanya lampu yang dipergunakan untuk penerangan panggung, maka untuk mengungkapkan ekspresi yang diinginkan, penguasaan teknik rias sangatlah penting.
Akibat adanya penemuan listrik/lampu, pencahayaan pentas yang tadinya bersifat tradisional beralih pada pencahayaan modern. Ini memungkinkan dihasilkannya teknik rias muka yang lebih sempurna, tipis dan wajar. Untuk menghasilkan rias panggung yang wajar dan tepat, perlu diperhatikan adanya faktor-faktor sebagai berikut.
Tata Rias Penari
Hal yang paling menonjol dalam tata rias penari adalah rias watak yang bertujuan untuk mengungkap gambaran watak manusia melalui ekspresi wajahnya.
Anatomi Wajah
Pemahaman mengenai anatomi wajah sangat penting terutama berhubungan erat dengan penentuan bayangan dan kesempurnaan pencahayaan.
Pencahayaan dan Bayangan
Wajah manusia berbentuk tiga dimensi. Oleh sebab itu, kesalahan memberi bayangan pada wajah mungkin saja akan mengubah watak tokoh.
Efek Warna terhadap Pigmen
Menurut para ahli pigmen manusia tidak berwarna, tetapi mempunyai
kemampuan menyerap beberapa sinar serta memantulkannya sesuai dengan sifat warna tertentu. Oleh karena itu, seorang penata rias harus mengenal warna-warna dasar dengan berbagai pencampuran warna dan efek perubahannya bila dioleskan pada kulit manusia. Pemahaman tentang kulit manusia pun akan membantu menghasilkan rias wajah yang wajar.
Organisasi Warna Rias
Pengetahuan tentang warna akan membantu penata rias dalam mengolah warna untuk membantu pembentukan karakter dan untuk kepentingan pentas di atas panggung.
Efek Cahaya pada Tata Rias
Pengetahuan efek cahaya akan membantu penata rias dalam menentukan warna-warna yang sesuai dengan kondisi cahaya saat pementasan tari. Oleh karena itu, kerja sama dengan penata cahaya adalah hal yang tidak dapat dihindarkan.
Bahan-Bahan Tata Rias
Bahan tata rias merupakan hal utama dalam merias penari. Pengetahuan tentang bahan-bahan rias adalah mutlak. Adapun bahan-bahan tata rias yang biasa digunakan dalam penataan rias tari adalah sebagai berikut.
- Foundation (dasar bedak)
- Liners (alat yang digunakan untuk eyeshadow , lip colour , shadow, dan highlight )
- Powder (bedak)
- Eyebrow pencil (pensil alis mata)
- Rouge (perona pipi)
- Powder puffs (pemulas bedak)
- Powder brushes (sikat halus untuk membersihkan kelebihan bedak)
- Eye shadow (perona mata)
- Paint brushes (untuk menggambarkan efek khusus pada mata, biasanya terbuat dari bulu musang)
- Cold cream (untuk membersihkan wajah)
- Lipstik (perona bibir)
- Rias muka korektif (teknik yang digunakan untuk penyempurnaan riasan muka)
Busana Tari
Pada umumnya, busana yang dipakai untuk mendukung tarian bertujuan untuk dapat lebih membantu penari mendekatkan dirinya pada peran yang dibawakannya. Busana tari mempunyai nilai yang sejajar dengan keadaan pemeran, latar belakang, lagu pengiring, dan teknik pentas.
Tujuan yang paling panting dari busana tari adalah dapat meningkatkan atau memberikan keserasian badan dan penekanan pada postur yang statis atau dinamis serta dapat memberikan kontras pada komponen-komponen dari pola gerakan.
Busana tari dan tariannya sendiri merupakan sebuah kesatuan karena busana tari sangat mendukung tarian tersebut sekalipun busana itu sendiri bukanlah merupakan bagian dari tarian. Jadi, busana tari mendorong dan menggiring para apresiator untuk melihat sosok tokoh yang ditarikan dan tidak melihat
penari sebagai pribadi.
Menurut Onong Nugraha, ada beberapa tujuan kehadiran busana dalam sebuah tarian, antara lain sebagai berikut.
- Secara psikologis; agar enak dan cocok dipakai sehingga pemakai akan senang menarikannya.
- Secara fisiologis; merapikan dandanan agar terlindung dari hal-hal yang merugikan tubuh.
- Secara artistik; menggambarkan dan menyempurnakan identitas tarian.
- Secara estetik; turut memancarkan keindahan tari karena adanya kesatuan yang serasi.
- Secara teatral; menjelaskan identitas pesan dalam sebuah pergelaran.
Dari uraian dan kutipan tersebut, tergambar bahwa busana dalam tarian memiliki tujuan tertentu. Bahkan masa sekarang, busana telah dijadikan
prasyarat bagi tercapainya tujuan komersial suatu pertunjukan dan menjadi salah satu penentu pertimbangan bisnis.
Fungsi Busana Tari
Busana berkaitan erat dengan tarian yang akan dibawakan. Oleh sebab itu, busana mempunyai fungsi tertentu untuk menunjang ekspresi suatu tarian. Atas dasar keterkaitan antara busana dengan tubuh penari itulah maka fungsi busana itu dibagi menjadi sebagai berikut.
Fungsi psikis
- Busana merupakan lingkungan penari yang paling akrab dan dekat juga menentukan keberhasilan suatu tarian.
- Busana adalah pendukung secara moril bagi penari karena akan mendorong pemakainya untuk menari dengan baik.
Fungsi Fisik
- Busana adalah penutup aurat dan bagian tubuh lainnya yang dianggap perlu. Di samping itu busana juga tidak menghambat gerakan-gerakan dalam melakukan tarian.
- Busana adalah pelindung tubuh dari pengaruh sekelilingnya, misalnya benturan atau iklim yang merugikan penari dalam suatu pementasan.
Fungsi artistik
- Busana adalah aspek seni rupa dalam penampilan tari yang akan menggambarkan identitas tarian melalui garis, bentuk, corak, dan warna busana.
- Busana adalah pendukung tarian dan merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah tarian. Identitas tarian dan dorongan menari harus tercapai melalui kesenirupaan untuk mencapai tujuan teatral.
Fungsi estetik
- Busana merupakan unsur keindahan tarian yang menyatu dengan tubuh penari. Dengan unsur ini maka tarian merupakan kesatuan yang akan dihayati keindahannya.
- Busana merupakan unsur keserasian bagi tubuh penari dan tarian itu sendiri. Di samping itu, busana dapat mengungkapkan jati diri dari suatu
tarian.
Fungsi teatral
- Busana harus menonjolkan serta menggambarkan identitas peran.
- Busana harus merupakan komponen pemeranan melalui corak dan warna ke dalam maksud sebuah pementasan tari.
Unsur Busana Tari
Unsur-unsur busana tari adalah sebagai berikut.
Unsur kesenirupaan
Unsur kesenirupaan merupakan isi, penampilan, busana pada sebuah tarian. Hal ini dapat kita lihat melalui garis, bentuk serta wama busana yang dapat menjadikan suatu tarian menjadi lengkap karena citra tarian itu dapat dihayati.
Unsur bahan
Unsur ini merupakan syarat untuk keberadaan suatu jenis busana. Bahan yang digunakan dapat membantu mengekspresikan suatu tarian.
Unsur karakteristik
Unsur ini, merupakan landasan penciptaan sejenis busana karakteristik kebudayaan. Misalnya, landasan terbentuknya semua jenis busana tari Sunda.
Unsur tema
Unsur tema merupakan arah pengungkapan maksud tarian melalui busana tari. Misalnya, tema cerita wayang. Hal ini mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri yang berlainan dengan cerita yang lainnya.
Artikel Terkait:
Ungkapan ekspresi yang terdalam, banyak diwujudkan dalam berbagai bentuk, salah satu di antaranya dalam bentuk gerakan, yaitu tarian. Ungkapan eks ...
Di lingkungan kraton Yogyakarta, tari Srimpi dianggap sebagai salah satu tarian sakral. Alasan pelaksanaan pementasan yang menjadi penyebab tarian ...
Akulturasi adalah pencampuran dua budaya atau lebih. Dalam penciptaan tari kreasi baru, terdapat beberapa unsur yang mendukung proses penciptaan a ...
Meskipun daerah Cirebon masih berada di wilayah Jawa Barat, baik secara administratif maupun geografis, tarian dari daerah Cirebon memiliki keunik ...
Gerak tari dari daerah Kalimantan cukup bervariasi. Secara umum gerakannya bersifat tegas, lincah, dinamis, spontan, ekspresif, dan berkesinambung ...
Sekarang, Kita akan mempelajari keunikan-keunikan tari dari daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Tari dari Daerah Jawa Tengah Tari dari dae ...
Tari dari daerah Jawa Barat dan Betawi memiliki keunikan yang berbeda dengan tari daerah Sumatra. Agar dapat membedakannya, pelajarilah uraianber ...
Tari Gambyong Istilah Gambyong diambil dari nama seorang penari tledhek (tayub). Penari yang bernama Gambyong ini hidup ini pada zaman susuhunan ...
Untuk mengamati jenis, peran, dan perkembangan seni tari Nusantara dari masa lampau sampai masa sekarang, diperlukan penelusuran sejarah sejak zam ...
Tari tradisional di sini bertujuan untuk menunjukkan sekelompok khazanah tari yang sudah cukup lama berkembang sebagai warisan dari leluhur kita. ...