Home » Umum » Keunikan Tari dari Daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali

Sekarang, Kita akan mempelajari keunikan-keunikan tari dari daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Tari dari Daerah Jawa Tengah

Tari dari daerah Jawa Tengah mengacu pada dua kubu, yaitu Solo dan Yogyakarta. Gerak dinamis dan komunikatif mewarnai ragam tari dari daerah Solo, sedangkan tari dari daerah Yogyakarta lebih terkesan kaku, angkuh, tetapi berwibawa. Hal tersebut dapat dilihat dari gerakan badan, gerakan kaki melangkah, pergelangan tangan, bahu, dan kepala. Contohnya terdapat pada tari Bedhaya, baik Bedhaya Semang atapun Ketawang.

Tari Bedhaya disebut Bedhaya sanga karena penarinya berjumlah sanga atau sembilan, sebuah komposisi tari kelompok putri yang ditarikan oleh sembilan penari wanita. Tari Bedhaya ini termasuk tarian putri yang halus, luhur, serta adiluhung, indah dan ritual. Melalui tari Bedhaya, para putri sultan dilatih dan ditanamkan pendidikan tentang etika, estetika, dan kehalusan budi pekerti oleh sultan sebagai bekal hidup di lingkungan istana. Para penari Bedhaya Semang memakai busana yang sama. Hal itu merupakan simbolisasi bahwa setiap manusia terlahir dalam keadaan dan wujud yang sama.

Pada Masa Pemerintahan Sultan Hamengku Buwono IX dan X, busana penari yang digunakan sama dengan busana pada pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII. Pada masa Sultan Hamengku Buwana VIII pakaian penari Bedhaya semang sudah agak berbeda, tidak kerikan, tetapi menggunakan hiasan kepala jamang dan  bulu-bulu,  gelung bokor,  ron kalung, sung-sun kelat bahu ,  gelang , baju tanpa lengan seperti pada masa Hamengku Buwono VII, kain seredan motif prang rusak, dan udhet cindhe .

Tari dari Daerah Jawa Timur

Pandangan yang tajam, gerak patah-patah, tegas, dengan kuda-kuda dan tapakan yang kuat, keras dan lincah, serta tampak berwibawa merupakan keunikan gerak tari dari daerah Jawa Timur. Hal tersebut dapat dilihat di antaranya dalam tari Ngremo dan tari Beskalan, sedangkan dalam tari Gandrung Banyuwangen terdapat sedikit gerak erotik sehingga menambah keragaman gerak.

Masih ingatkah Anda tentang tari Reog pada pelajaran Semester 1 ? Tari Reog biasa disajikan dalam bentuk tari tunggal. Namun, seiring perkembangan zaman tari Reog pun mengalami perkembangan dalam bentuk penyajiannya.

Tari Reog yang sudah dikembangkan biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan, dan hari-hari besar Nasional. Seni tari Reog Ponorogo terdiri atas beberapa rangkaian yang diawali dengan 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6–8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6–8 gadis yang menaiki kuda kepang (kuda-kudaan dari anyaman bambu).

Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi di mana seni tari Reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar. Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Di sini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang
pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Hal yang lebih dipentingkan dalam pementasan tari Reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.

Adegan terakhir adalah singa barong, di mana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penari dengan menggunakan giginya. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diperoleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan bertapa.

Sebagian besar tari dari daerah Jawa bercirikan busana dengan motif dan warna simbolis, gerak mengalir tenang dan ada pula yang tegas, serta diiringi musik gamelan yang lengkap.

Tari dari Daerah Bali

Gerak yang tegas, kuda-kuda kaki yang kuat, bentuk tubuh tribangga, jemari mebuka  bergetar, mata sedikit tertutup dan kemudian tiba-tiba terbelalak melotot, kemudian bergerak dinamis, serta tangan patah menyiku merupakan gerak tari umum dari daerah Bali, sedangkan gerak mata yang dinamis merupakan gerak paling unik yang dimiliki tarian dari Bali. Khusus untuk daerah Bali utara, gerakan yang dilakukan lebih keras daripada gerakan tari Bali pada umumnya, sedangkan di daerah Bali selatan gerakannya lebih halus dan penuh makna.

Kedudukan tarian bagi masyarakat Bali merupakan sarana peribadatan sehingga hampir semua masyarakat Bali dapat melakukan tari Bali, di antaranya tari Legong, tari Sang Hyang Dedari, tari Pendet, dan tari Kecak.

Tari Shanghyang merupakan tari sakral, yang terdapat dalam rangkaian sebuah upacara adat suci. Tarian ini dibawakan oleh penari putri atau putra dengan iringan paduan suara pria dan wanita yang menyanyikan tembang-tembang pemujaan. Di daerah Sukawati-Gianyar, tari ini juga diiringi dengan Gamelan Palegongan.

Di dalam tarian ini selalu ada tiga unsur penting, yaitu asap atau api, Gending Sanghyang, dan medium (orang atau boneka). Gendhing Sanghyang merupakan nyanyian yang mengiringi tari sakral Sanghyang. Contoh dari gending-gending Sanghyang adalah Puspa Panganjali, Kukus Arum, Suaran Kumbang, dan lian-lain.

Beberapa jenis tari Sanghyang yang hingga kini masih ada di Bali, antara lain Sanghyang Dedari, Sanghyang Deling, Sanghyang Bojog, Sanghyang Jaran, Sanghyang Sampat, dan Sanghyang Celeng.

Di samping itu, terdapat juga tarian yang dilakukan khusus untuk dipertontonkan sebagai hiburan, seperti tari Oleg Tambulilingan. Tari ini sering dipentaskan pada acara pernikahan atau penyambutan tamu. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan tari yang merupakan sarana peribadatan pun dipentaskan sebagai hiburan.

Incoming search terms:

    keunikan tari jawa,keunikan tari gatotkaca gandrung,keunikan tari tunggal,keunikan tari tunggal jawa tengah,dengan menggunakan gending-gending merupakan salah satu keunikan tari tunggal dari,keunikan tari bedhaya ketawang,keunikan tari jawa tengah,tarian jawa menggunakan gerakan,keunikan tarian jawa tengah,gerak kepala pada tari jawa timur,gerakan tari dengan pandangan tajam gerak patah patah tegas dengan kuda kuda dan tapakan yang kuat keras dan lincah serta tampak berwibawa,tari daerah jawa timur,Tari yang menggunakan gerakan tari dengan langkah langkah keras adalah keunikan tari dari daerah,sejarah tari gatot kaca gandrung,pandangan yang tajam gerak patah - patah tegas dengan kuda - kuda dan tapakan yang kuat keras dan lincah serta tampak berwibawa merupakan keunikan gerak tari dari daerah,keunikantarianjawatengah,contoh masing2 3 tari yang berasal dari jawa timur,gending puspa panganjali,gambar gerak kepala pada tari jawa timur,tribangga dalam tari artinya

Related Posts :

Comments

comments

Belum ada Komentar taretan, yuk kasih komen kalian.... No rasis, No anarkis!

More in Umum (27 of 96 articles)