Home » Umum » Jenis, Peranan, dan Perkembangan Tari Kelompok Nusantara

Untuk mengamati jenis, peran, dan perkembangan seni tari Nusantara dari masa lampau sampai masa sekarang, diperlukan penelusuran sejarah sejak zaman prasejarah sampai zaman sekarang ini. Cara yang demikian ini tidaklah berarti, bahwa kita harus menoleh ke belakang saja tanpa melihat konteks kehidupan pada zaman sekarang. Namun, dengan melihat perkembangan seni tari akan dapat diketahui berbagai perubahan dalam jenis dan peranan tari kelompok Nusantara. Pada umumnya peranan tari kelompok Nusantara adalah sebagai berikut.

1. Peranan Tari Kelompok Sebagai Sarana Ritual

Beberapa tari Nusantara, misalnya tari Rejang dan tari Baris dari Bali, atau tari pada upacara Ngaseuk dari daerah Banten  merupakan jenis seni tari kelompok yang berperan sebagai sarana ritual khusus untuk masyarakat penganutnya.

Tari Rejang yang ditarikan sekelompok wanita dan tari Baris yang ditarikan sekelompok pria merupakan tarian sakral yang dipersembahkan kepada para dewa pada upacara piodalan (peringatan hari kelahiran sebuah pura). Penyelenggaraannya pun dilaksanakan pada tempat dan hari tertentu dengan penari terpilih yang dilengkapi sesaji, busana khas, dan bukan merupakan tarian yang mementingkan estetis.

Tari-tarian pada upacara  Ngaseuk dilakukan untuk memohon kesuburan tanah kepada Dewi Sri atau di daerah Banten disebut Nyai Sri Pohaci. Tarian ini ditarikan pada saat mitembeyan , yaitu saat mengawali menanam padi. Tarian ini ditarikan dengan ibing (tarian) yang ritmis (berwirahma) dengan pola dan aturan-aturan tertentu sesuai dengan kebutuhan upacara ritual.

2. Peranan Tari Kelompok Sebagai Sarana Hiburan Pribadi

Selain berperan sebagai sarana ritual, tari kelompok Nusantara pun mempunyai peranan sebagai sarana hiburan pribadi. Pada awalnya, penikmat tari umumnya kaum pria. Kenikmatan seorang penikmat adalah apabila ia bisa menari bersama pasangan yang cocok, yang biasanya seorang penari wanita. Di Papua kita kenal tari Mapia, Gale-gale, Yosim, dan Pancar. Di Nusa Tenggara Barat terdapat tari Gandrung. Di Bali yang banyak dikenal masyarakat adalah tari Gandrung dan Joget, yang lazim juga disebut Joget Bumbung karena diiringi oleh ansambel musik bambu. Di Jawa Tengah juga terdapat beberapa tarian seperti Janggrung, Tayub, dan Lengger. Masyarakat Jawa Barat mengenal Ketuk Tilu, Longser, Ronggeng gunung, Bajidoran, Banjet, dan yang paling mutakhir Jaipongan.

3. Perluasan Peranan Tari Kelompok

Jika dilihat dari peranannya dalam kehidupan masyarakat setempat, beberapa tari kelompok Nusantara mengalami pergeseran peran. Pada umumnya pergeseran berupa perluasan peranan tarian, termasuk di dalamnya tari kelompok Nusantara. Seni tari kelompok tersebut tidak hanya berperan dalam ritual khusus masyarakat penganutnya atau dinikmati secara khusus secara pribadi, tetapi juga sebagai seni pertunjukan yang dapat dinikmati oleh khalayak pada umumnya untuk diapresiasi, baik secara langsung maupun melalui berbagai media.

Pertunjukan tari-tarian Nusantara yang berupa pertunjukan yang sengaja dipersiapkan sebagai tontonan estetis banyak berperan untuk menarik minat
wisatawan mancanegara atau domestik sehingga lebih jauhnya dapat memberikan kontribusi pada kemajuan pariwisata Indonesia. Bahkan sering juga ditemukan pertunjukan tari yang berperan dalam pembangunan kerja sama antarnegara, khususnya dalam bidang seni dan budaya.

Incoming search terms:

    peran karya tari gandrung bagi masyarakat lombok barat yaitu sebagai sarana,sebutkan peranan tari kelompok nusantara,jenis peran dan perkembangan tari nusantara,JENIS PERAN,peran tari dalam kehidupan

Related Posts :

Comments

comments

Belum ada Komentar taretan, yuk kasih komen kalian.... No rasis, No anarkis!

More in Umum (30 of 96 articles)