Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Metode pemecahan masalah atau problem solving adalah cara mengajar dengan cara memotivasi murid untuk maju berpikir, menganilsa suatu persoalan, sehingga menemukan pemecahannya atau dasar inisiatif sendiri. Metode pemecahan masalah ini tepat di pergunakan dalam metode mengajar agama, apabila :
- bertujuan untuk mendidik murid-murid untuk berpikir secara kritis dan sistematis.
- Pelajaran di maksudkan untuk melatih dan membiasakan sikap hidup, bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluar dan pemecahannya, jika di hadapi dengan sungguh-sungguh.
- Pelajaran di maksudkan untuk belajar bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah di tetapkan dalam memecahkan suatu masalah.
- Belajar menganalisa sesuatu persoalan dari berbagai segi.
- Belajar bertindak atas dasarncana yang matang.
- Belajar menguji kebenaran dari suatu keputusan yang telah di tetapkan.
- Belajar bagaimana bertindak dalam situasi baru, dan lain sebagainya. (Salahuddin, 1990, hal. 77-79).
Dengan menggunakan metode ini di harapkan kepada siswa agar dapat berpikir logis dan analisis terhadap suatu problem untuk di upayakan secara intensif sehingga di peroleh kejelasan dari problem tersebut. Jadi metode ini merupakan ajang latihan bagi siswa-siswi untuk mengemukakan argumentasinya dalam memecahkan suatu persoalan.
Metode Kerja Kelompok
Istilah bekerja kelompok di pakai untuk merangkup pengertian di mana anak didik dalam suatu kelompok di pandang sebagai satu kesatuan tersendiri, untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan bergotong-royong. (Surachman, 1986, hal . 117).
Dalam bekerja kelompok peranan guru atau instruktur adalah sebagai berikut :
- Manager
Membantu para peserta mengorganisir diri, tempat duduk, serta bahan yang di perguanakn.
- Observer
Mengamati dinamika kelompok yang terjadi sehingga ia dapat mengarahkan serta membantu bila perlu bisa memberikan masukan kepada kelompok tentang kepemimpinan, intraksi, tujuan serta peranan norma-norma yan terjadi dalam masyarakat.
- Advosor
Memberikan saran-saran tentang penyelesaian tugas bila di perlukan. Tetapi pemberian saran ini jangan berarti instruktur yang menyelesaikan tugas buat peserta. Berikan saran itu dengan mengajukan pertanyaan, bukan pemberian informasi secara langsung.
- Evaluator
Nilailah proses kelompok yang terjadi bersama-sama dengan kelompok penilaian ini di kehendaki hanyalah penilaian kelompok saja, bukan penilaian terhadap individu. (Hasibun, hal. 25).
Artikel Terkait:
Metode karya wisata adalah suatu pengajaran di lakukan dengan jalan mengajak anak-anak keluar kelas untuk dapat memperlihatkan hal-hal atau perist ...
Macam-macam Metode Pembelajaran-Dalam dunia pendidikan di kenal berbagai macam metode pengajaran ,Tanpa metode suatu pembelajaran akan kurang beg ...
Tehnik latihan atau drill yaitu suatu tehnik yang dapat di artikan sebagai suatu cara mengajar di mana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latih ...
Metode diskusi atau musyawarah adalah suatu kegiatan kelompok dalam memecahkan masalah untuk mengambil kesimpulan. Penerapan metode diskusi untuk ...
Metode tanya jawab adalah penyampaian pelajaran dengan jalan guru mengajukan pertanyaan dan murid menjawab, atau bisa juga suatu metode di dalam p ...
Metode pemberian tugas belajar (resitasi) sering di sebut metode pekerjaan rumah adalah metode di mana murid di beri tugas khusus di luar jam pela ...
Sosiodrama artinya mendramakan secarq tingkah laku di dalam hubungan sosial, sedangkan bermain peranan menekankan di mana siswa di turut sertakan ...
Metode mengajar terdiri dari dua kata yaitu : “metode dan mengajar“. Metode berarti cara atau jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan tertentu. S ...
Metode ceramah ialah penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru di depan siswa di muka kelas. Dalam metode sorang guru sangat mendominasi da ...
Definisi Motivasi Menurut Woodworth motivasi ialah alasan-alasan atau dorongaan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu untuk men ...