Hukum Meminang (khitbah)

Khithbah (pinangan) merupakan ajakan kawin kepada seorang wanita  dengan wasilah yang sudah dikenal oleh masyarakat secara  luas, jika ada kecocokan maka terjadilah perjanjian akan menuju jenjang  pernikahan. Perlu diingat, tidak diperbolehkan  bagi seorang muslim melamar perempuan yang sudah lamar atau dipinang oleh  saudaranya, ini didasarkan pada pernyataan Ibnu Umar r.a.

Nabi saw. melarang sebagian di antara kamu menjual di atas jualan sebagai yang lain, dan tidak boleh (pula) seorang laki-laki melamar perempuan yang sudah dipinang saudaranya, sampai sang peminang memutuskannya terlebih dahulu atau sang peminang mengizinkannya (melamar bekas tunangannya).” (Shahih: Shahih Nasa’I no:3037, Fathul Bari IX:198 no:5142, dan Nasa’I VI:73).

Tidak boleh juga seorang muslim melamar seorang  wanita yang masih dalam  masa iddah karena thalaq raj’i karena ia  masih berada di bawah kekuasaan mantan suaminya; sebagaimana tidak boleh juga melamar secara terang-terangan wanita yang menjalani masa iddah, karena thalaq bain atau karena ditinggal mati oleh suaminya, namun tidak mengapa ia melamarnya secara sindiran. Hal ini berdasar  kepada firman Allah SWT, “Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikannya (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu.” (Al-Baqarah:235).

Sumber: www.alislamu.com

Incoming search terms:

    HUKUM MEMINANG,dasar hukum meminang,Meminang adalah? Dasar hukumnya?

Related Posts :

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

More in Umum (88 of 91 articles)